Baru terasa betul kalau ukhuwwah memang bukan sesuatu yang dibuat buat, bukan artificial, lebih lebih bisa dipura purakan. Karena rasa cinta yang muncul atasnya, rasa percaya, rasa saling memiliki, saling menanggung, saling topang menopang, sampai tingkatan saling mendahulukan saudara atas pribadinya, memang benar benar bukan domain kita sebagai manusia yang satu sama lain sama lemahnya. Bicara domain, pertama dan pasti dalam rukun ketertiban satu gerak padu kerja bersama adalah dasar kepahaman atas apa yang dimaksud dengan Salimul Aqidah. Aqidah yang lurus. Kau tau apa itu maksud satu frase tersebut? Domain keyakinan adalah mutlak semata milikNya. Dalam konteks diri pribadi ia diupayakan dengan kerja keras menuntut ilmu, menajamkan intuisi dan mengasah mata hati dengan kejujuran dan kebeningan naluri. Bukankah Setiap kita dalam fitrah kelahirannya adalah makhluk yang salim? Dan beruntunglah atas nikmat karunia bernama keluarga muslim yang menuntun dalam kebeni...
Hushhh Kalimilk Jakal km 4,5, jam 16.45, 27 Nopember 2013 Bersama teman-teman alumni KP09 dan beberapa anak-anak yang berhasil direkrut untuk gabung di forum obrolan –yang belum bernama, kami ngobrol soal community empowerment . Hush. Pembahasannya ngk seberat yang dibayangkan mula-mula, awalnya..tapi, Awalnya janjian di depan balairung, gedung pusat UGM, tapi karna kerso alias kemauan mbak bintang tamu, kami akhirnya pindah ke Kalimilk (dan parahnya dibayarin semua sama mbaknyaa, dan saya harus menelan mentah-mentah kenyataan bahwa saya ngk pesan apa-apa karna saya mencoba realistis bahwa saya ngk ada duit haha) Diskusi berlangsung sepi, kemudian meriah, kemudian tegang, kemudian sepi lagi, kemudian tegang lagi, kemudian tertawa bersama. Ah ternyata bicara tentang pemberdayaan masyarakat (bahkan belum terjun pun) sudah berasa nano-nano. Aaaaak, ingin segera pergi dari kampus dan main-main dengan ibu-ibu dan bocah-bocah yang polos dan unyu. Hidup tanpa tendensi dan ta...
Sedianya tulisan ini saya maksudkan untuk episode keempat dari “Persaudaraan itu Bernama Ukhuwwah”, tapi setelah dipikir pikir, kayaknya judul ini lebih tepat, dan kalau harus dikondisikan untuk berjudul bertemakan persaudaraan menjadi sangat ‘dipaksakan’ :D. (see : ritmenya pelan :D) Sesungguhnya, ada tidaknya kita di barisan perjuangan islam ini, ia akan tetap jalan, bersama yang lain, tapi, ketiadaan kita di barisan perjuangan, maka kita bukanlah siapa siapa. Kelak pun mati, nisan hanya akan tertulis tiga larik kata, nama, kapan lahir, dan kapan tiada, terkecuali, jika mati dan dikuburnya tak sama, seperti tragedi tragedi yang menimpa korban jatuhnya pesawat, paling bertambah satu larik, setelah itu, selesai,barangkali kisah hidupnya pun terlupa. Maka bergabungnya dalam barisan amal jama’i adalah sebentuk kesyukuran. Karena, dia akan menjadi jawaban, ketika di akhirat ditanya, apa peranmu menyaksikan kebobrokan dan kelenaan umat dari mengingatNya? Maka sesungguhn...
Comments
Post a Comment