Baru terasa betul kalau ukhuwwah memang bukan sesuatu yang dibuat buat, bukan artificial, lebih lebih bisa dipura purakan. Karena rasa cinta yang muncul atasnya, rasa percaya, rasa saling memiliki, saling menanggung, saling topang menopang, sampai tingkatan saling mendahulukan saudara atas pribadinya, memang benar benar bukan domain kita sebagai manusia yang satu sama lain sama lemahnya. Bicara domain, pertama dan pasti dalam rukun ketertiban satu gerak padu kerja bersama adalah dasar kepahaman atas apa yang dimaksud dengan Salimul Aqidah. Aqidah yang lurus. Kau tau apa itu maksud satu frase tersebut? Domain keyakinan adalah mutlak semata milikNya. Dalam konteks diri pribadi ia diupayakan dengan kerja keras menuntut ilmu, menajamkan intuisi dan mengasah mata hati dengan kejujuran dan kebeningan naluri. Bukankah Setiap kita dalam fitrah kelahirannya adalah makhluk yang salim? Dan beruntunglah atas nikmat karunia bernama keluarga muslim yang menuntun dalam kebeni...
Ketika kau datang, terlambat, dengan setengah bagian rokmu kuyup oleh hujan, kaos kaki dan sandal gunung yang tak sempat kau ganti, memasuki masjid, menata hati dan menyiapkan senyum lebar. Di dalam disambut 8 matahari bermata binar. Lari kejar-kejaran. Merubah tumpukan karpet menjadi rumah-rumahan. Lalu tiba-tiba satu orang diantaranya menangis, keras. Ditanya diam, hanya meronta meminta pulang. “nggak mau ngaji! Mau pulang! Takut hujan!” tak ada kalimat jawab, hanya seketika nalurimu membuat tangan bergerak mendekap. Menggendong dan mengantarnya pulang. Meminta yang lain tenang dimasjid merapal hafalan annas sampai al humazah, dan mereka patuh, duduk, dan melingkar. Ada rumitan rasa yang tak bisa kujelaskan. Hujan. Dan sore ini yang menaungkan lembayung biru. Terima kasih, Alloh. Tulisan entah kapan yang saya tulis. Tiba-tiba saya merindukan matahari-matahari sore hari itu :)
Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. Minggu depan, Sabtu 23 November 2024, usiaku masuk 33 tahun. Dulu kupikir orang dengan usia di atas 30 tahun itu orang yang sudah tua, dan benar kini dengan usia ini aku sudah menjadi orangtua, namun nyatanya aku belum sepenuhnya memiliki sifat "tua" itu. Ketika dalam perjalanan sehari-hari aku menemui masalah atau persoalan, tetap saja aku mencari-cari dalam ingatanku nasihat Bapak yang entah ia kutip dari majalah atau koran apa, tulisan siapa dan dia dapat di halaman berapa. Dengan segala ketidaksempurnaannya, Aku tetap saja mencari-cari suara beliau di tengah riuhnya kehidupan dewasaku. Bapak, how's life up there? Kapan waktu aku mengikuti kajian. Dalam kajian itu disebutkan bahwa orang yang sudah meninggal masih bisa mengikuti kisah hidup orang-orang yang ada d...
Comments
Post a Comment