Akhirnya akan aku ceritakan juga kegundahan itu, bukan, bukan lagi masalah hati, tapi masalah karakter dan kepribadian, diriku sendiri dan sedikit tentang orang orang yang berpengaruh di sekitarku. Bismillah, Meluruskan niat sebenar benar karena Allah memang tidak mudah, setidak mudah kita membongkar niat niat yang kadang tak terpikirkan meskipun kerja kerja sudah dilakukan. Sekali lagi, meluruskan niat memang tak sebenar benar mudah. Niat karena Allah, dibangun tak sekedar dengan tarbiyyah, tak sekedar dengan pembinaan pekanan, itu salah satu sarana, tapi sesungguhnya yang sebenarnya itu jauh lebih luas, lebih luas dan lebar wilayah cakupannya. Maka memang semua itu tak mudah, pun yang kemarin merasa mudah, belum tentu sekarang memiliki rasa yang sama, karena memang pembelajaran itu sepanjang hayat, pun dengan belajar tentang kejujuran. Kejujuran akan niat niat kita,kejujuran agar semua semata karenaNya. Kadang saya berpikir, apa yang aku lakukan...
Untuk siapapun yang sedang duduk, berdiri atau rebahan membaca ini.. Seringkali, kita tersakiti justru dari orang yang paling kita cintai. Orang yang paling dekat lingkarnya dari diri kita sendiri. Mengapa? Jelas. Karna orang-orang terdekat inilah yang kita harapkan memberikan ketenangan, memberikan dukungan, dan tempat kita pulang ketika rasanya dunia tidak lagi menerima kita. Sehingga, ketika apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, atau justru memberikan tanggapann yang justru semakin menjatuhkan, rasa sakitnya pasti berkali-kali lipat. Sakit dan kecewa adalah juga proses. Ada saat di dalam hidup kita yang memang harus melewati proses itu. Semoga mendewasakan. Untuk siapapun yang sedang merasa memilki masalah, masalah yang kau hadapi tidak kecil dan tidak remeh. Jangan katakan, "Ha, masa segini aja ngeluh, masa segini aja nangis, dia aja mereka aja si itu aja," jangan. Jangan katakan itu. Tidak ada masalah yang remeh dan mudah. Saat menghad...
Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. Minggu depan, Sabtu 23 November 2024, usiaku masuk 33 tahun. Dulu kupikir orang dengan usia di atas 30 tahun itu orang yang sudah tua, dan benar kini dengan usia ini aku sudah menjadi orangtua, namun nyatanya aku belum sepenuhnya memiliki sifat "tua" itu. Ketika dalam perjalanan sehari-hari aku menemui masalah atau persoalan, tetap saja aku mencari-cari dalam ingatanku nasihat Bapak yang entah ia kutip dari majalah atau koran apa, tulisan siapa dan dia dapat di halaman berapa. Dengan segala ketidaksempurnaannya, Aku tetap saja mencari-cari suara beliau di tengah riuhnya kehidupan dewasaku. Bapak, how's life up there? Kapan waktu aku mengikuti kajian. Dalam kajian itu disebutkan bahwa orang yang sudah meninggal masih bisa mengikuti kisah hidup orang-orang yang ada d...
Comments
Post a Comment