sebuah Prolog : KKN

KKN itu hal yang biasa untuk semua anak strata 1 UGM. Ini mata kuliah wajib berbobot 3 SKS yang harus ditempuh sebelum bergelar sarjana, kecuali untuk satu dua jurusan yang mengharuskan selesai sarjana dulu baru di tingkat profesi KKN dilaksanakan. KKN juga hal yang biasa karna tak hanya dikhususkan pada mahasiswa yang berprestasi  saja, atau yang pernah ikut Pimnas saja, atau yang mendapat beasiswa tertentu saja. KKN adalah hal yang biasa. Untuk semua mahasiswa. Berlaku sama. Dengan standar penilaian yang sama pula. Tidak ada yang istimewa sekalipun bapak atau emaknya jadi petugas LPPM atau jadi staf rektorat sekalipun.

Di sisi lain, karna KKN di satu sisi adalah hal yang biasa, maka pada sisi sebaliknya KKN sangat bersifat pribadi dan istimewa. Setiap yang menjalani pasti akan punya cerita tersendiri tentang KKN-nya. Entah bahagia, entah tersiksa, atau merasa segalanya mengalir apa adanya.

Seperti juga sebuah perjalanan, kesemua orang bisa melaksanakan. Tetapi perjalanan selalu bersifat pribadi. Bisa jadi berjalan bersama, tetapi perjalanan yang satu pasti beda dengan perjalanan yang satunya. Begitulah KKN sepanjang 2 bulan masa kerja. Bisa jadi satu periode KKN, satu masa, atau bahkan satu unit, se-sub unit atau bahkan sekamar pondokan. Tapi percayalah, cerita satu pasti tak sama dengan cerita yang lainnya. Karena, lagi-lagi, dalam KKN yang biasa, di sebelah sisinya menyimpan satu cerita yang sangat pribadi, yang sudah barang tentu, dirasa istimewa oleh tiap-tiap personalnya.

Nah disini, cerita istimewa bisa dimaknai secara mendalam oleh diri sendiri, dibagi lewat cerita kepada orang-orang yang dipercayai, atau ditulis dalam sudut pandang yang mungkin bisa membuat orang lain membaca di waktu-waktu lain di kemudian hari. Itu semua terserah pribadi masing-masing, terserah kemampuan masing-masing.

Tak perlu merasa iri, atau merasa berkecil hati dengan kondisi KKN yang mungkin “ah biasa saja”. Juga tak perlu sombong dan merendahkan orang lain, jika KKNnya sangat wah dan “terasa” lebih dibanding yang lain.

Menjadikan setiap step istimewa sesiapapun bisa. Menjadikan setiap kejadian istimewa itu bisa dirasai, oleh sesiapapun juga. Semua bagaimana kita memaknainya, menyuplik persil keajaiban dari hal-hal yang sepertinya remeh dan sederhana, atau mengukirnya dalam kata-kata yang bisa diresapi oleh sesiapapun yang mungkin tak diberi kesempatan merasainya.

Berawal dari latar belakang diatas itulah, cerita KKN saya yang biasa saja, bisa rasai secara sangat amat istimewa. pada sisi pribadi saya. Pada sisi yang saya maknai dari persil-persil ajaib, dari hal-hal yang serupa remeh, pada hal-hal yang sederhana, pada titik-titik istimewa yang...baru membuat terpengarah karna sedang dirasai pada lingkungan yang tak biasanya.

Bismilah. Ini serupa tulisan prolog.

Setelah dalam dua minggu, saya memasuki lorong-lorong komunikasi lini massa masyarakat di sub unit saya berada. Ke koloni bapak-bapak, ke komunitas ibu-ibu, ke kumpulan para pemuda, dan di tengah lingkaran keceriaan anak-anak. Semua..termasuki di 2 pekan ini,. Fase adaptasi dan penetrasi kalo saya bilang,
Berikutnya, kita lihat saja nanti.


20.24
Meja “makan” depan kamar para “putra”


Comments

Popular posts from this blog

Bunga Bunga Kamboja : Semua akan Berakhir pada Akhirnya