Posts

#untitled

 Halo hatiku.. Bagaimana rasanya disapa lagi? Tuanmu akhir-akhir ini sibuk dengan sikap duniawi. Kerja. Kerja.Kerja. Lembar googledoc - lembar googledoc - lembar googledoc.. Pulang ke rumah masak-ngobrol standar.. lalu tidur dan besok kembali ke rutinitas lagi Begitu berulang-ulang.. Maafkan tuanmu tidak banyak waktu yang diluangkan untukmu.. Wahai hati.. Jika kau ingin bersedih, maka bersedihlah.. Karena memang naluri emosi berfluktuasi.. Yuk menepi.. sebentar.. besok kembali  bergiat lagi..

#untitled

Aku tidak ingin berbohong bahwa aku baik-baik saja. Aku ingin katakan bahwa kehidupan baru memberi dampak cukup nyata bagiku. Aku ingin sampaikan bahwa beradaptasi (lagi) di dunia baru terasa melelahkan bagi batinku. Lingkungan kerja... Keluarga yang secara kebiasaan dan pola komunikasi berbeda.. Dan kebutuhan - kebutuhan untuk berdialog dengan diri sendiri.. Saat kenyataan - kenyataan yang kita hadapi kadang tidak mengizinkan kita mengamini harapan Dan saat kita mengulur waktu dan bertanya-tanya.. Aku harus bagaimana? Aku sedang tidak baik-baik saja.. Tapi aku ingin katakan "Tidak apa-apa untuk merasa tidak baik-baik saja.." "Its Okay not to be okay.." "Gwenchana...." :)

Trip Tiga Gili di Sekotong Lombok Barat

Image
 8 bulan lebih tinggal di Lombok dengan jadwal libur yang hanya ada tiap weekend (itu pun kalo tidak ada tumpukan kerjaan yang memaksa lembur) dan ditambah dengan waktu (dan biaya) untuk persiapan nikah membuat waktu untuk liburan mengunjungi tempat - tempat bagus di Lombok tidak leluasa. Belum jadi ke Rinjani, Sembalun, Pantai Pink, Gili Trawangan dan deretan nama - nama air terjun wkwkwk. Tapi kalo pun leluasa, sepertinya Lombok ini memang tidak bosan - bosan tempat menariknya berkali - kali disambangi. Belum lagi nanti nyebrang ke Sumbawa, atau ke pulau - pulau kecil di utara Pulau besar Sumbawa, belum lagi pemandangan bawah air sampai padang sabana. Beruntung akhir masa kontrak kemarin satu tim konsultan berdelapan orang mewacanakan kalo tidak pergi ke gili ya ke Sembalun. Meskipun diantara deadline, akhirnya wacana tersebut terealiasi. Berdelapan kami pergi ke tiga gili di Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat, yaitu Gili Nanggu, Gili Sudak dan Gili Kedis. Dengan meny...

Bagaimana Nikah?

Image
24 November 2019 saya menikah. Memutuskan untuk menerima ajakan seorang laki - laki baik yang datang pada Bulan Mei dan menyatakan keseriusannya untuk hidup bersama. Masih ingin ketawa juga kadang - kadang kalo ingat bisa mengiyakan ajakan seserius ini. Selain memang faktor U yang berperan penting untuk saya menyegerakan nikah (?), juga, mau nunggu sesiap apalagi? Tapi di atas semua itu, siapa yang ngajak dan yang mengizinkan pertama adalah paling penting, wkwk. Catur Edi Gunawan adalah nama itu. Saya masih ingat bahwa nama itu tidak asing, sering berkegiatan bersama, dan banyak kecocokan dan ketidakcocokan antara saya dan dia dalam sekali dua kali menyelenggarakan acara bersama. Lalu apa yang membuat akhirnya mantap mengiyakan? Proses terbilang cukup cepat. Setelah seseorang yang saya hormati menyodorkan nama itu, saya mempelajari biodata, saya mantap dan biodata yang saya kirimkan ke orang tersebut mendapatkan jawaban kemantapan yang sama, proses berlanjut. Mei biodata...

Mataram dalam Satu Bulan

Menjadi orang baru di tanah asing bukanlah kata yang tepat untuk menggambarkan kehadiran pendatang di kota mataram. Sejak pertama kali mendatangi kota ini, ambience yang tercipta seolah - olah  kita sedang berada di kampung sendiri. Lingkungannya terutama. Seperti yang saya ceritakan di minggu pertama, tempat ini benar - benar sangat harmonis antar satu pemeluk agama dengan yang lain. Simbol simbol agama terpampang dengan jelas dan tidak ada masalah dengan itu. Biarkan perdebatan hanya terjadi di tempat bernama sosial media, tapi kenyataan di lingkungan sini sangat jauh dari situ. Apa yang lebih membuat orang bisa berdamai daripada kesadaran bahwa setiap kita, seperti yang disebut saraswati dalam cuitannya “lemah, takut, dan retan”, “menempati bumi dalam waktu sementara”? Mungkin nuansa seperti itulah yang tercipta disini. Selain lingkungan, orang - orang yang saya temui adalah sisi menarik lainnya. Bahwa bumi bulat dan sangat kecil benar adanya. Rata - rata orang di kantor ada...

Lombok seminggu pertama

Image
Tanggal 30 April 2019 jam 18.40 dengan singa terbang saya bertolak ke pulau Lombok. Pulau yang saya pikir akan memberikan saya inspirasi dan semangat baru. Pulau yang saya tidak berekspektasi terlalu banyak akan memberikan saya hal luar biasa, tapi saya berkeyakinan jalan yang saya pilih ini akan membawa pada takdir baik. Terhitung sudah seminggu lebih sehari saya berada di pulau ini, tepatnya di Kota Mataram, ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat. Menempati satu kamar kos di dekat pusat kota, tidak jauh dari kantor gubernur, mudah mengakses ke fasilitas - fasilitas penting kota. Kota Mataram adalah kota besar untuk ukuran luar jawa. Berdiri 3 mall dan 2 bioskop, sebuah syarat kota bagi orang - orang generasi saya. Masjid Hubbul Wathan di Malam 1 Ramadhan Hari pertama sampai di Pulau ini, saya dibuat kaget dengan keramaian bandara. Benar - benar ramai. Tapi yang ramai bukan ruang tunggu ataupun operasional bandara, yang ramai adalah ruang jemputan yang seluas aula dan diisi penuh ...

Jono

Image
Jono awal dibawa pulang Anak anak Jeni yang berarti ponakan Jono Jono. Jono adalah nama kucing yang menempati rumah sejak akhir tahun 2017. Diadopsi oleh adik saya dari gelanggang mahasiswa. Jono adalah saudara kembar Jeni. Jono jantan sedang Jeni betina. Jono dan Jeni adalah nama yang diberikan di rumah hasil dari kesepatan bersama. Saya bukan pecinta kucing dan hewan - hewan rumahan lainnya, tapi kehadiran dua makhluk mungil ini menjadi cerita baru. Saya belajar menerima kehadiran mereka. Dengan kelucuan sekaligus rusuhnya mereka. Dengan mata bulat mereka sekaligus pipis sembarangannya mereka kadang - kadang. Mereka tumbuh besar. Sampai Jeni si betina rajin main dengan kucing jantan tetangga dan tau - tau suatu hari perutnya membesar alias bunting. Selang beberapa waktu, lahirlah 4 anak - anak Jeni, 3 jantan satu betina. Karena jumlah yang terlalu banyak, anak - anak Jeni pun dibuka siapa yang bersedia mengadopsi, hingga tersisa satu ekor saja jantan anak Jeni di r...