Untuk hari-hari yang sekarang aku rasakan lebih mudah dijalani, aku akan berusaha dengan penuh kesungguhan untuk mensyukuri itu. Segala hal tampak lebih ringan, langkahku lebih jelas, tujuanku lebih pasti, dan, dengan tahap demi tahap yang harus dilakukan sebagaimana layaknya manusia dewasa menghabiskan satu hari lewat satu hari, semuanya - dengan kekuatan penuh dari Allah - aku rasa bisa menjalaninya. Kukatakan lebih ringan, karena sejatuh-jatuhnya aku hari ini, aku berada di pusaran yang sepenuhnya ada untukku. Aku tahu tempat berpijak dan aku tahu kemana langkahku harus dipulangkan. Sesuatu yang aku cari-cari dengan susah payah di 10 tahun lalu. Aku tidak ingin menggali luka hari ini. Tapi kadang aku ingin dunia tahu keterus-terangku tentang betapa beratnya aku menjalani hari-hari di 10 tahun lalu. Hari-hari yang kalau tidak karena pertolongan Allah menuntun jalan, entah apa yang terjadi pada hari-hari itu. Wkwkwkwkkwkw... Sepertinya ini hanyalah caraku siang ini untuk mengurai agar...
Popular posts from this blog
Untuk siapapun yang sedang duduk, berdiri atau rebahan membaca ini.. Seringkali, kita tersakiti justru dari orang yang paling kita cintai. Orang yang paling dekat lingkarnya dari diri kita sendiri. Mengapa? Jelas. Karna orang-orang terdekat inilah yang kita harapkan memberikan ketenangan, memberikan dukungan, dan tempat kita pulang ketika rasanya dunia tidak lagi menerima kita. Sehingga, ketika apa yang kita dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, atau justru memberikan tanggapann yang justru semakin menjatuhkan, rasa sakitnya pasti berkali-kali lipat. Sakit dan kecewa adalah juga proses. Ada saat di dalam hidup kita yang memang harus melewati proses itu. Semoga mendewasakan. Untuk siapapun yang sedang merasa memilki masalah, masalah yang kau hadapi tidak kecil dan tidak remeh. Jangan katakan, "Ha, masa segini aja ngeluh, masa segini aja nangis, dia aja mereka aja si itu aja," jangan. Jangan katakan itu. Tidak ada masalah yang remeh dan mudah. Saat menghad...
Membangun Hati Membangun karakter
Akhirnya akan aku ceritakan juga kegundahan itu, bukan, bukan lagi masalah hati, tapi masalah karakter dan kepribadian, diriku sendiri dan sedikit tentang orang orang yang berpengaruh di sekitarku. Bismillah, Meluruskan niat sebenar benar karena Allah memang tidak mudah, setidak mudah kita membongkar niat niat yang kadang tak terpikirkan meskipun kerja kerja sudah dilakukan. Sekali lagi, meluruskan niat memang tak sebenar benar mudah. Niat karena Allah, dibangun tak sekedar dengan tarbiyyah, tak sekedar dengan pembinaan pekanan, itu salah satu sarana, tapi sesungguhnya yang sebenarnya itu jauh lebih luas, lebih luas dan lebar wilayah cakupannya. Maka memang semua itu tak mudah, pun yang kemarin merasa mudah, belum tentu sekarang memiliki rasa yang sama, karena memang pembelajaran itu sepanjang hayat, pun dengan belajar tentang kejujuran. Kejujuran akan niat niat kita,kejujuran agar semua semata karenaNya. Kadang saya berpikir, apa yang aku lakukan...
Comments
Post a Comment