Posts

LELAKI HARIMAU : SEBUAH REVIEW

Image
Menyadari bahwa tidak banyak kekuatan ingatan yang saya punya untuk menyortir ingatan – ingatan secara rapi, kebiasaan menulis adalah kebiasaan yang menolong dan menguntungkan. Dan bulan – bulan seperti sekarang ini : Januari adalah waktu yang akan leluasa untuk menumpah ruah apapun yang ingin ditulis, karena pekerjaan tidak terlalu banyak menyita waktu (teorinya). Berikut adalah review singkat untuk buku yang saya beli di keributan harbolnas bulan Desember 2017 kemarin. Buku yang saya baca sehari semalam, dan mungkin akan saya baca lagi beberapa hari mendatang. LELAKI HARIMAU: SEBUAH REVIEW Sebelum membaca buku ini, saya membaca sambil lalu beberapa review dari orang – orang, lewat blog maupun review singkat di goodreads . Sama sekali belum terbayang ceritanya seperti apa. Saya juga mengikuti blog Eka Kurniawan (pengarang buku ini) untuk membaca ulasan – ulasannya mengenai sastra, kepenulisan dan berbagai buku. Tapi saya tidak menemukan spoiler atau apapun ada dari s...

Korea untuk menutup 2017 dan mengawali 2018

Image
Tidak banyak film atau drama korea yang saya tonton, jika dihitung sepertinya tidak sampai sejumlah jari tangan dan kaki digabung. Jika sekarang anak – anak SMA sampai ada yang jadi korban hampir ikut bunuh diri karena idola korea mereka bunuh diri, maka saat SMA perbendaharaan film yang saya tonton masih seputaran film – film lokal yang kebetulan tayang di TV. Atau .. beberapa film yang berbaik hati bisa ditonton di lab bahasa (yang waktu itu masih baru) SMA, seperti nagabonar, ayat – ayat cinta 1, dan kiamat sudah dekat. Film dan drama mulai saya tonton ketika saya tinggal di kontrakan, satu persatu penghuni kontrakan lain bercerita dan saya kebagian antusias, dan lalu ikut nonton. Film korea yang pertama saya tonton sepertinya adalah The Classic (2003). Sebuah film romance – melodrama yang saya tonton tahun 2011. Bintang 3 dari 5 untuk film ini. Kemudian teman – teman satu kontrakan sering marathon film yang saya tidak terlalu mengikuti. Saya lebih tertarik film dan drama jepa...

Baik untuk Diri Sendiri

Menurutmu, untuk apa seorang pekerja kreatif melakukan pekerjaan kreatifnya dengan sungguh – sungguh? Untuk hasil yang baik? Untuk apresiasi tinggi dari orang yang menikmati? Atau untuk bayaran yang banyak yang akan diterima? Salah satu sutradara film Indonesia melalui akun twitternya pernah menyampaikan satu pernyataan : “ Penonton masuk bioskop itu bayar, menyisihkan waktu, mencari hiburan. Sudah selayaknya mereka disuguhi konten yg dikerjakan dg baik. Wuhuu ... ** Seada – adanya begini saya bekerja dalam lingkup pekerjaan kreatif. Meskipun tidak berada di bawah naungan Bekraf, belum pernah bertemu dengan Bapak Triawan Munaf, atau terlibat dalam seminar 1000 start – up . Karna berdasarkan pengertiannya,  kartografi adalah “ seni, ilmu pengetahuan, dan teknologi tentang pembuatan peta-peta sekaligus mencangkup studinya sebagai dokumen-dokumen ilmiah dan hasil karya seni” (ICA, 1973). See .. membuat peta adalah berkesenian. Melakukan aktivitas kreatif. Sedapp. ...

S I R K U S P O H O N : Sebuah Review Cerita

Image
Gambar : bentangpustaka.com ( Tulisan ini adalah review cerita, bukan review buku. Karna saya masih takjub pada ceritanya. Bukan pada fisik buku, desain sampul, jenis kertas dan hal - hal semacam itu .) *** Bulan kemarin saya beli buku terbarunya Andrea Hirata : Sirkus Pohon. Habis saya baca dua malam. Sore – sore saya ke Gramedia samping alun – alun, malamnya mulai saya baca. Dilanjut lagi besok malamnya, dan tuntas. Pas kesempatan ke Surabaya beberapa minggu kemarin, kembali saya baca sepanjang di kereta. Selesai. Dan bekasnya masih sama. Sebagaimana buku atau film yang menyimpan kesan dalam, membuka lembar terakhir rasa-rasanya seperti nggak rela, apalagi ending Sirkus Pohon yang ..... totally amazing . Bagi saya, menakjubkan. Cara Andrea membeberkan siapa menjadi apa di akhir cerita, membuat saya langsung terlempar pada belantara dunia nyata. Maka benar belaka quote yang ditulis di lembar awal tulisan : “Fiksi adalah cara terbaik  menceritakan fakta”. Terbaik. ...

H A L O

Image
Gambar : Google Sejak saya punya tempat bercerita yang tepat untuk berbagi banyak hal dengan keahlian masing2, praktis blog tidak pernah terisi. Semua tumpah di tempat2 yang membuat lupa bahwa saya dan orang2 dengan keahlian tertentu sudah banyak bicara apa saja. Kepada Orangtua >> tumpah segala pembicaraan tentang realita kehidupan. Susah, senang, kondisi sini, kondisi sana, berita di TV ini, berita di koran itu dsb dst. Kepada org2 yg ditemui di dunia kerja >> tumpah semua isu2 kekinian, kabar sepak bola, kabar terakhir setnov, software yg sangat berguna untuk survey, gosip nikahan artis, dan perkembangan2 termutakhir kehidupan orang2 menengah. Kepada anak2 yang suka datang >> tumpah nasehat seperti orang bijak dan waktu2 sisa di rumah dihabiskan, Kepada Orang2 yang ketemu karna komunitas, karna  KI >> tumpah pengetahuan explore tempat unik, tempat yg worth it didatangi, guyonan nggak jelas sepanjang malam dsb dst. Saluran katars...

Bangga Menjadi Bagian dari yang Kita Cintai

Di deretan akun tumblr yang saya follow, pagi ini saya menemukan reblog-an tumblr orang tentang acara yang diselenggarakan secara virtual yang mengundang pemilik tumblr tsb untuk jadi narasumber. Komen pemilik tumblr tsb adalah : Glad to be a part of xxxxxxx’s enthusiasm! Bangga menjadi bagian -entah passion , minat, atau yang lebih dahsyat lagi- dari orang yang kita cintai. Itu statement yang sederhana sebenarnya, tapi bagi saya sarat makna. Saya selalu menyukai keterlibatan, melibatkan banyak orang terutama untuk hal yang saya ketahui itu baik, menyenangkan, dan, tentu saja menguntungkan *dalam perspektif keuntungan yang luas*. Ngaji itu baik, maka saya ingin banyak orang terlibat ngaji. Bikin acara itu asik, saya ingin banyak orang ikut andil bikin acara, atau apa saja. Maka kalo diperhatikan dalam keseharian, dalam aktivitas Sabtu Minggu ada bapak-bapak kerja bakti, saya selalu mengamati, betapa menyenangkannya kebersamaan, semua terlibat, semua memiliki. Asik kan? Emang ...

Efektif - Efisien

Saya mulai nulis ini di tengah nungguin salah satu anak SMP belajar persamaan dua variabel di rumah. Ini anak memang rajinnya nggak ketulungan. Malam Ahad yang dingin habis hujan dan dia dari rumah nun jauh disana, sesorean tadi habis latihan rutin Tapak Suci *bela dirinya putra Muhammadiyah* dan kok ya malam Ahad tetap rajin datang dengan LKS dan kadang-kadang beberapa pertanyaan dari buku catatan. *Semoga jadi laki-laki sholih yang bisa mimpin umat sekitaran Nak, negeri ini masih butuh lebih banyak para lelaki yang bertekad baja kayak kamu.* Oke, abaikan prolog. Saya sedang ingin menulis tentang bekerja efektif-efisien. Topik ngehits dan nggak habis-habis jadi bahasan di grup teman kerja. Kemarin salah satu teman ngeshare salah satu tread di Kaskus tentang topik ini, dan sebenarnya bahasannya klasik lagi jadul wal kuno ya begitu-begitu saja. Tapi prakteknya memang nggak gampang dan sangat tergantung person per person. Yap. Tentang kerja efektif – efisien. Lebih baik mana ker...