Posts

Namanya Menjaga Kekonsistenan

11112012 Baru tersadar, archieve di bulan 10 kemarin berjumlah 10. Meskipun tahu, tak berarti 10 kesemuanya berkualitas 10. tapi itu (setidaknya) kemajuan. Sedang kini bulan 11, akankah bulan 12 nanti terbaca 11 pula archieve sebulan lewat? Baik. Namanya menjaga kekonsistenan, atau bahasa keren-nya, menjaga keistiqomahan. Menjaga kekontinyuan, atas segala bentuk amalan yang bisa dilakukan kontinyu. Adalah ketika mulai menuliskan sesuatu, terkadang semangat begitu kuat meledak ledak, semangat awal yang ingin melakukan ini melakukan itu, berbuat ini berbuat itu, menyelesaikan ini menyelesaikan itu. Semangat. Tapi terkadang benar sebagimana satu pepatah mengatakan, “Mempertahankan amalan tak lebih mudah daripada memulainya”. Memulai amal. Adalah butuh keberanian tersendiri. Apatah lagi amal yang dilakukan adalah amal yang barangkali tak lazim dilakukan di tengah masyarakatnya, di tengah komunitasnya, bisa jadi. Tapi ketika tekad kuat, termulailah. Lantas selanjutnya, ste...

Pengorbanan dan Cita Memenuhi Panggilan

Image
11 Dzulhijjah 1433 H Lepas dari beberapa jam dari tertunaikannya sholat Ied Adha. Sekian kambing dan sapi tersembelih, melepaskan merah darah dari nadi leher hewan hewan yang diberkahi, terinfiltrasi, masuk ke bumi, dan tak terlihat lagi.  Ied mubarrok! Dari berkorban, kita belajar dari nabi Ibrahim, dan Ismail, tentu saja. Dari kedua manusia mulia ini (alaihumassalam), kita belajar banyak agenda agenda yang terekam sejarah di momentum hari hari ini, Pengorbanan. Bagaimana fragmen sejarah telah berkisah, seorang bapak yang lama menanti lahirnya anak, yang mencerahkan hari harinya, mewarnai putihnya nuansa rumah, bilangan tahun tak jeda berdo’a, dan ketika tumbuh dewasa dengan segenap kesempurnaan akhlak, dihadapkan pada satu perintah via mimpi yang benar, sembelihlah dia! Pengorbanan. Ada ilmu ikhlas, yang seringkali tak bisa dipahami sampai batas nalar manusia. Karna manusia memang hanya hamba, hanya makhluk, yang tak paham dan tak banyak tahu sesungguhnya apa ...

Bunga Bunga Kamboja : Semua akan Berakhir pada Akhirnya

Image
                 Coba kalo antum/ antunna, kawan-kawan rekan sejawat semua, berkesempatan main, atau sholat di Masjid Mujahidin UNY, kemudian sempatkan melongok ke sayap selatan dari tempat sholat putri yang di lantai dua, apa yang akan antum liat ? Tukang jualan es, jajanan pasar, gudeg atau warung burjo? ( Kalo ini pasti karna sebelum blogging belum sarapan yak :D ?)                 Oke. Tadi bener tuh yang jawab sambil bisik bisik, bener banget, di selatan MasMuja, alias Masjid Mujahidin, sepelataran masjidnya, ada makam Karang Malang. Highly recommended kalo para aktivis aktivis organisasi mau meng-upgrade adik adik atau anggota barunya kesana. Malem malem ada ‘semacam’ uji nyali, nyari sleyer kek, dzikrul maut kek, ke selatan masmuja, habis itu sholat malem bareng di masjidnya, asik banget kan? Catet gih di buku agenda, kapan u...

Meramu Fakta (untuk mereka yang Sekandung)

Image
                Masih dingin dan asing, ucapan pendek pendek, dan singkat secukupnya. Sapaan di sosial media, sama. Ya, ya. Kita memang hampir sama dalam semua, lebih lebih dalam kebiasaan sehari hari seperti kali ini.                 12 tahun, dalam usia yang masih sangat kanak kanak, semenjak lahir, yang kita hanya berselisih 19 bulan, hidup dalam asuhan yang sama tapi menyisakan karakter yang begitu berbeda. Selepas itu, 9 tahun lebih sampai sekarang, bertemu hanya pada momentum tertentu, lagi lagi, dalam suasana yang sama, dingin, asing, dan bahkan lupa kalau diantara berdua adalah kakak dan adiknya, karna memang pautan usia, membiasakan cukup hanya memanggil nama. Prolog yang agak ‘melankonis’, susah ngilanginnya ternyata J Oke. Ini cerita tentang kakak kandung saya, laki laki, namanya agak panjang, sepanjang rambutnya...

Persaudaraan Itu Bernama Ukhuwwah (5)

Image
Ketika Ustad Abdullah Sunono dihadirkan untuk  mengisi satu kajian, terlontar dalam materi yang disampaikan beliau, satu frase tentang romantika Ukhuwwah. Yang juga pernah didapatkan dalam satu kajian lain bersama beliau. Batas antum dikatakan sudah mulai memahami, atau naik pada tingkatan rukun ukhuwwah ketiga yang bernama tafahhum, adalah dengan nasehat menasehati. Dikatakan antum faham terhadap saudar, adalah ketika antum mampu menasehati beliau dengan etika nasehat menasehati yang baik, dan tentu saja, benar. Tidak sedikitpun terbersit, ketika menasehati saudara, perasaan lebih tinggi, lebih baik, daripada saudara antum yang antum nasehati. Pun juga, tak ada rasa tertelanjangi, terpojokkan, atau tersalahkan dari pihak yang terkena nasehat. Legowo menerima apa yang disampaikan, atas fakta kekurangbenaran dari entah ucapan, tindakan, ataupun pemikiran, sehingga dengan senang hati, diterimanya sekian banyak upaya perbaikan yang ingin disampaikan pihak yang peduli yang terl...

Membelok Kelinearan

Image
Bahagia bagi Umar, begitu tulis Ustadz Salim di Jalan Cinta Para Pejuangnya, memiliki sahabat seperti Abu Bakar. Karakternya yang keras, blak blak-an, nekad, dan tak ada tedeng aling aling di setiap tindakannya punya sahabat seperti Abu Bakar, yang lembut, penyayang, penyantun, bashirohnya tajam melampaui zamannya dan tak jarang jarang melihat yang menyentuh hatinya segera turun air mata. Umar dan Abu Bakar, manusia yang tak biasa yang dihadirkan untuk jadi teladan sepanjang masa. Dalam tiap fragmennya, adalah ibrah ibrah semata. Seperti baru pertama kali dinasehatkan Ustad Salim, perjalanan  Tugu – Stasiun Bandung, adalah banjir air mata. Disini, diri yang kerdil mulai diuji. Kuat lemah menjadi niscaya, karena kita adalah hamba. Potongan potongan kisah para shahabat, satu satu bercerita, menunjukkan sudut pemahaman yang akan selalu baru, akan selalu terasa seolah baru di dengar, akan selalu melahirkan peng-iya-an yang berbeda ditiap kali dibaca. Beruntunglah para aktivis, ...

Persaudaraan Itu Bernama Ukhuwwah (4)

Image
Kala itu, saya dibersamakan dengan orang orang yang sedikit peduli dengan dakwah kampus, dakwah kampus yang benar benar terbiasa menggunakan kosakata ‘dakwah’ dalam obrolan obrolannya, dalam penyebutan nama lembaga, juga tak tanggung tanggung, lembaga dakwah kampus’ pula lembaganya disebut. Mengingat sepanjang kebersamaannya, baru terasa sangat berarti setelah usai dari keberbarengan urusan urusan yang sama. Ya begitulah manusia, dekat tak dianggap, baru setelah pergi dicari cari. Mirip istilah apa?  Yups, betul. Jinak jinak merpati (#opo djal –a ) Dalam suatu waktu, diajaklah saya bersama mereka orang orang peduli itu, silaturahim ke Umi Asri Widiati, di gang Gurameh (atau Sepat ya?), kawasan Wedomartani. Silaturahim awal, karna timingnya sangat awal bagi saya yang baru tau apa itu arti ‘peduli’. Sampai di tempat Umi Widi, kala itu - sebentar, Umi Widi adalah pengarang buku ‘Tarbiyah Madal Hayah’ kalo teman teman tahu, satu diantara 100 buku pengokohan tarbiyyah terbitan Er...