Posts

Terminal Terminal Percepatan

Berapa banyak event istimewa yang dilewati oleh tiap-tiap manusia dalam setiap episode hidupnya? Hitung saja, mulai sejak lahir, event kelahiran, bertambah tahun, event masuk TK, lulus, masuk SD, ikut UNAS SD, lulus,masuk SMP, UN SMP, lulus, SMA, SNMPTN, masuk kuliah, ujian pendadaran, wisuda, nikah, dan seterusnya sampai mati. Kesemuanya adalah event wajib yang pasti dilalui. Setiap tahapan pasti menyisakan dua variabel penting, yaitu sekian pra event yang akan ditinggal, juga gerbang post event yang akan membawa pada bertolaknya aktivitas dan perjuangan di level selanjutnya. Disini, saya melihat setiap event menjadi satu terminal yang –biasa saja- artinya, hampir semua orang pasti mengalaminya. UN, UNAS, SNMPTN, pendadaran, KKN, wisuda, menikah bahkan mati adalah hal lazim yang setiap orang pasti mengalaminya. Dirasakan susah, sungguh, kesusahan bukan monopoli kita seorang, pun bahagia, juga bukan monopoli kita seorang, karena pasti ada sederet orang yang juga menga...

Cinta tak butuh mengapa

akhirnya terbawa arus juga untuk menulis soal cinta-cintaan haha. well aku harus move on! begitulah kira kira prolognya. mengingat apa yang disampaikan pak dwi budiyanto beberapa minggu silam di kelas asma. Move on dari jauhnya matahari-matahari di langit tinggi, dan menyukuri indahnya mekar bunga di tepian jendela. kesuksesan itu hak setiap kita, hak setiap manusia. dan hanya orang orang yang tidak terbelenggu masa lalulah yang bisa menggapai semua impian impiannya. mungkin kita kadang merenung, kenapa aku dilahirkan dalam keluarga begini, dalam kondisi begini, dengan prestasi begini, dengan pendapatan segini dan seterusnya dan seterusnya.tapi, Allohuakbar, ruang untuk bersyukur sangat seabrek dibanding dengan kesusahan ataupun kesedihan yang kerap kali mungkin kita dramatisir. aku pernah mengalami masa romantika yang sangat sulit dilupakan, bersama teman teman sebaya yang menurutku sangat sangat bisa mengerti, sangat paham kondisi, saling menghargai, lebih dari pada masing m...

kak DJ

Image
Aku sangat beruntung mengenal waktu-waktu sehatmu, waktu-waktu kuatmu. Akhir Februari 2010, Ba’da Ashar Sore itu syuro kaderisasi SKI se-sains, untuk kali pertama bagiku yang masih sangat muda. Berlima, Pak Wawan, Kak DJ, Mb Rina, dan Pak Hanif Biologi. Aku ingat, aku diminta bikin notulensi olehmu. Itu kali pertama aku terpesona oleh pembawaan dan caramu memperlakukan dan memberi kepercayaan padaku. Selang beberapa waktu, sengaja aku mengejarmu, setelah satu praktikum yang dilaksanakan di fakultasmu selesai kulakukan. Kita bertemu di mushola MU, dan kau sabar menjelaskan padaku hal-hal yang bagiku terasa rumit tentang kaderisasi. Aku heran, aku bukan apa-apamu, bukan adik kelasmu, bukan binaanmu, bukan pula adik semasa SMA yang senasib diterima di UGM. Desember 2010, 3 hari LK III bersama Sains-teknik, Piyungan Bantul Saat itu dari geo hanya datang bertiga, aku, samsul dan Okta. Tiba saatnya diskusi masing-masing fakultas, tentang Ansos dan Renstra SKI Fakultas. Dis...

Aku Masih Sangat Hafal Nyanyian Itu..

Aku masih sangat hafal nyanyian itu Nyanyian kesayangan dan hafalan kita bersama, sejak kita di sekolah rakyat Kita berebut lebih dulu menyanyikannya ketika anak-anak diminta menyanyikannya di depan kelas satu persatu Aku masih ingat, betapa kita gembira saat guru kita mengajak kita menyanyikan lagu itu bersama-sama Sudah lama sekali Pergaulan sudah tidak seakrab dulu Masing-masing sudah terseret kepentingan sendiri Atau tersihir pesona dunia Dan kau kini entah dimana Tapi aku masih sangat hafal nyanyian itu, sayang Hari ini, aku ingin sekali menyanyikannya kembali bersamamu Indonesia tanah air beta Pusaka abadi nan jaya Indonesia sejak dulu kala S’lalu dipuja-puja bangsa.... Di sana tempat lahir beta... Dibuai, dibesarkan bunda... Tempat berlindung di hari tua, sampai akhir menutup mata... Aku merindukan rasa haru dan iba Di tengah kebencian dan dendam Serta maraknya rasa tega Hingga kini, ada saja yang mengubah lirik lagu kesayan...

Versi

“Awake dhewe bakal gandhengan karo sing ditresnani sesuk mlebu suwargo” Itu penggalan isi pengajian dalam rangka Maulid Nabi di at Taqwa semalam. Menceritakan bagaimana seorang shahabat mengatakan kenyataan bahwa sangat cintanya ia pada Rosululloh SAW, dan berharap selalu bersama dengan beliau. Well, saya jadi ingat satu penggalan kisah di bukunya Kang Abik, Ayat-Ayat Cinta, dimana Fahri sedang di penjara, dan habis sudah akal Aisha mengupayakan kebebasan sampai ada terpikir akan menyogok keluarga Bahadur dengan sejumlah uang. Beruntung, Fahri adalah orang yang memilih di penjara dunia daripada jatuh pada kobaran api neraka, sekalipun untuk sebuah kesalahan yang tak pernah dilakukannya. Kita akan bersama dengan orang yang kita cintai besok di hari akhir, cinta yang benar akan membawa ke syurga –pun- bersama-sama. Mungkin begitu. Ketika sampai pada satu kesadaran akan cita besar syurga, cinta tak berhenti pada sebatas kata, aku cinta kamu, maukah kau menjadi istriku, at...

Indahnya mekar seroja di tengah rerimbunan gulma

Image
Seroja atau lebih dikenal dengan sebutan teratai adalah tanaman yang istimewa (bagi saya). Dua tahun jadi ketua regu di pramuka jaman SD (halah) namanya regu Teratai. Bapak saya sedari kecil juga sangat hobi bercerita tentang bunga ini. Nama lain yang juga beliau sampaikan selain seroja adalah padma dan lotus. Ketika di SMP bertemu puisi yang bercerita tentang kepahlawanan Ki Hajar Dewantara, tak heran akhirnya kenapa puisi itu memetaforakan Sang Bapak Pendidikan dengan teratai. Berikut saya kutip langsung pengertian teratai versi wikipedia B) Teratai   ( Nymphaea ) adalah nama genus untuk tanaman air dari   suku   Nymphaeaceae . Dalam   bahasa Inggris   dikenal sebagai   water-lily  atau waterlily . Di Indonesia, teratai juga digunakan untuk menyebut tanaman dari   genus   Nelumbo   (lotus). Pada zaman dulu, orang memang sering mencampuradukkan antara tanaman genus   Nelumbo  seperti   seroja   dengan genu...

Ibu pada One Litre of Tears

Pernah nonton film Litre of Tears kan ya? Film yang super melo yang bikin nangis ngk berhenti-berhenti. Diputer entah dari jaman kapan, juga pernah diadaptasi di Indonesia lewat sinetron Buku Harian Nayla.  Well . Film itu emang keren. Ngk ada nuansa religinya tapi yang terbangun adalah nafas religi yang menurut saya –sangat kuat-. Tiap-tiap kita dengan mudah bisa mengambil pelajaran, entah dari sisi persahabatan si tokoh utama dengan teman-temannya, relationship between si Aya sama si Ashou Haruto, atau keluarga besar Aya maupun si Haruto. Disini, saya justru ingin cerita tentang sosok si Ibu, Ikeuchi san. Sepanjang film ini saya tonton, yang cukup menyita perhatian dari segenap tindak tanduk tokohnya ya si Ibu ini, terlebih pada fragmen dimana Aya mau dimasukin ke dissability school karna sudah cukup merepotkan teman2 dan stakholder sekolahnya. Aya yang awalnya bersikeras menolak, tetiba dengan tulus ikhlas dan tanpa paksaan menyatakan siap dirinya pergi ke seko...